DKI news

DKI news

Bisnis Metro, JAKARTA — Ditemui dikantornya, Wiranto, Menko Polhukam dan juga Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, menjelaskan tentang kemelut yang terjadi di...

Bisnis Metro, JAKARTA — Ditemui dikantornya, Wiranto, Menko Polhukam dan juga Ketua Dewan Pembina

sekaligus pendiri Partai Hanura, menjelaskan tentang kemelut yang terjadi di tubuh Partai Hanura. Wiranto merasa terkejut dan menyesalkan atas terjadinya konflik tersebut.

“Apa yang terjadi di internal Partai Hanura, yang selama dia memimpin tidak pernah ada masalah serius yang menimbulkan konflik dalam tubuh partai, yang dikenal sarat dengan nilai-nilai hati nurani,”ujar Wiranto di Jakarta Selasa (16/1)

Menyikapi kemelut di tubuh partai tersebut, Wiranto menyatakan posisinya bukan bagian dalam konflik, tetapi sebagai Ketua Dewan
Pembina, justru akan mengambil bagian dari penyelesaian konflik.

“Mengantisipasi berbagai konflik internal,
penyelesaiannya selalu bertumpu pada AD/ART yang sudah mewadahi berbagai tata cara untuk menghindari konflik dan menyelesaikan konflik,”terang Menko Polhukam.

Dia berpesan kepada pihak-pihak yang berkonflik, antara Ketua Umum dengan sebagian besar pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat Provinsi, dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tingkat Kabupaten/Kota, harus diselesaikan lewat mekanisme yang bertumpu kepada
AD/ART partai, yang dalam hal ini akan melibatkan Dewan Kehormatan Partai
atau Mahkamah Partai, yang secara undang-undang diberi wewenang untuk menyelesaikan masalah-masalah internal yang terjadi dalam tubuh partai.

“Sebagai Ketua Dewan Pembina, saya berharap agar konflik ini dapat cepat diselesaikan dengan cara-cara bermartabat, sehingga Partai Hanura cukup waktu untuk menyiapkan dan menyelesaikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan dalam rangka Pemilu yang akan datang,”tegasnya.

Wiranto meminta pihak yang terlibat konflik untuk duduk bareng mencari solusi, setelah melakukan konsultasi denan para dewan pakar, dewan pembina, dewan pengawas partai.

“Konflik internal ini sangat merugikan partai di tengah verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadapi tahun politik. Jadi persoalan internal seharusnya di selesaikan secara internal. Bukan di umbar atau di buka-buka ke luar,” tegas Wiranto. (Tha)

admin

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *